Wanita Pilih Melakukan 6 Hal Ini Saat Sedang Galau

Tiap perempuan pasti pernah melalui fase galau akan opsi dalam hidupnya. Entah perihal memilih pasangan, karir, dan juga hal-hal yang lain.

Kondisi ini sangatlah tak di harapkan oleh perempuan, namun mereka mempunyai cara sendiri untuk menanggulangi kegalauannya dengan 6 hal berikut ini :

1. Belanja

Walau terdengar konsumtif, namun perempuan bisa melupakan kegalauannya dengan membeli barang-barang yang dia doyan. Bahkan, memperbaiki penampilan bisa melepaskan rasa galau yang menghantuinya.

2. Makan es krim

1 liter es krim benar-benar bisa menjadi pelipur perempuan ketika galau. Rasa manis dari makanan es krim pada akhirnya akan mempengaruhi hormon dan juga pikiran mereka menjadi lebih tenang dan juga nyaman.

3. Kumpul dengan geng

Menghabiskan waktu bersama geng ataupun teman-teman perempuan, menjadi solusi ter-baik untuk kaum perempuan meninggalkan kegalauannya. Bertukar pikiran ataupun curhat akan melegakan sebuah perasaan negatif yang telah mereka alami.

4. Nonton tv serial

Menyaksikan 1 ataupun 2 teve serial dari berbagai genre bisa menolong perempuan melupakan mantan kekasih ataupun kegalauan mereka.

5. Karokean

Menyanyikan beberapa lagu favorit menjadi area perempuan meluncurkan segala unek-unek saat mengalami kegalauan. Biasanya, mereka juga akan merasa lepas dan juga lega saat curhat pada orang lain tidak lagi menenangkan hati.

6. Curhat dengan bunda

Bunda menjadi satu-satunya area peraduan seorang anak perempuan untuk bisa berkeluh kesah. Tidak sedikit perempuan yang mendiskusikan segala hal ketika galau dengan bunda. Apalagi, sosok bunda akan menguatkan sang anak dilansir dari The Talko.

Ini Gangguan Kalau Anak Terlalu Sering Main Perangkat

Berhati-hati kalau hendak mengenalkan perangkat pada anak-anak. Walau dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, penggunaan perangkat yang tak bijak dapat membuat anak mendapat beberapa gangguan, lebih-lebih dengan kawasan di sekelilingnya.

Psikolog dari Tigagenerasi, Annelia Sari Sani berkata, di era kini, orangtua mesti mengusai technology. Mereka tidak bisa begitu saja mengecap dirinya generasi yang tak paham technology.

“Mau tak mau orangtua mesti menguasai technology, minimal perangkat yang di pakai oleh anak-anaknya,” ujar dia.

Dia kawatir apabila perangkat di gunakan tak bijak dan juga tak didampingi oleh orangtua akan menimbulkan masalah menjadi berikut.

1. Kurang interaksi

Terlalu banyak menghabiskan waktu di depan perangkat di khawatirkan membuat anak kurang berinteraksi bersama orang-orang di sekitarnya. Padahal, dalam proses interaksi langsung, anak bisa belajar mengenali emosi, seperti marah, takut ataupun cemas. Sejumlah permainan virtual yang memang memberi tahu kalau tokoh yang sedang dimainkan bisa mengalami rasa tertentu, tapi ada kalanya ekspresi wajah dan juga suara tak sejalan dengan emosi.

2. Pasif

Anak yang terlalu sering bermain perangkat cenderung pasif, tak banyak beranjak hingga bisa berpengaruh pada kesehatan fisik, contohnya menimbulkan kelebihan berat tubuh.

3. Diskoneksi dengan kawasan

Apabila terlalu lama di biarkan bermain dengan perangkat, di khawatirkan anak akan terputus dari kawasan sosial. Dia merasa tak butuh keberadaan orang lain.

Apoteker Harus Mampu Mengedukasi Pasien

SEMARANG — Selama ini, sebagian rakyat memahami tugas seorang pegawai apoteker hanya berkaitan dengan pelayanan penyediaan obat untuk pasien. Seperti melayani resep, mengambilkan, mengetiket, hingga meracik obat. Namun faktanya, tugas seorang apoteker tak hanya terbatas pada penyiapan obat hingga ke pasien.

Melainkan pun juga mesti dapat membagikan edukasi obat. “Seorang apoteker berkewajiban melaksanakan pelayanan obat (pio) untuk pasien” kata Retno Ari Asih, dari Instalasi Farmasi Rumah Sakit Indonesia Sultan Agung, kota Semarang, Jawa Tengah.

Hal itu dia sampaikan saat menerima kunjungan dari sekolah SMK Kesehatan Mahardhika kota Purworejo di ruang halamanl direksi. Adapun pio, seperti yang telah di sampaikan Ari, bertujuan untuk membagikan terkini perkara manfaat dan efek samping sebuah obat pada pasien lain.

Untuk teknis pelaksanaannya pio di dalam rumah sakit (RS), jelasnya, maka apoteker dapat bekerja sama dengan bagian hubungan masyarakat dalam pelaksanaan edukasi. Biasanya pada edukasi di lakukan di wilayah apotek dan juga ruang tunggu pasien.

Seorang petugas apoteker pun juga dapat menyiapkan brosur dan juga pamflet untuk di bagikan pada penunggu. “Jadi, pasien sambil menunggu pelayanan kesehatan, dapat mendengarkan edukasi dari petugas apoteker” kata dia, dalam siaran pers, Senin (19/12).

Dalam hal ini, Ari hendak menyematkan semenjak dini pada murid SMK Mahardhika Purworejo supaya tak terpaku pada pelayanan penyediaan obat saja pada pasien.

Di akhir kunjungan, siswa dan juga siswa SMK Mahardika Purworejo yang berkesempatan meninjau langsung fasilitas dari apotek di RS Indo Sultan Agung. Mereka melihat dengan dekat bagaimana peracikan dan juga etiket obat yang di lakukan oleh apoteker RSI Sultan Agung.

Bagaimana Rokok Dapat Merusak Sistem Pernafasan Anak?

Telah menjadi rahasia umum kalau asap rokok sangatlah berbahaya untuk kesehatan badan. Sayangnya, banyak orang di Indonesia yang telah terlanjur kecanduan asap rokok dapat seenaknya menghisapnya di manapun tanpa acuh mempedulikan sekitarnya.

Tentu bukanlah hal yang aneh melihat orang-orang dengan mudahnya menyalakan rokok tepat di depan anak kecil di area umum, ataupun bahkan didepan anaknya sendiri! Padahal, kumpulan asap rokok ini dapat membagikan akibat kesehatan yang cukup buruk untuk kesehatan badan anak.

Rokok

Ahli kesehatan anak dr. Isabella Riandiani, mengatakan kalau banyak orangtua yang masih saja merokok sambil bermain ataupun menggendong anaknya yang tetap balita. Padahal, sistem kekebalan badan balita jauh lebih lemah serta mudah tertimpa masalah kesehatan kalau dibanding dengan milik orang dewasa.

Andai saja asap rokok ini terhisap oleh si anak, maka akan di khawatirkan sel-sel serta silia ataupun rambut halus yang ada di dalam lubang hidung yang bekerja menahan masuknya benda asing serta adalah sistem pertahanan awal pada saluran pernafasan, akan mengalami suatu kerusakan. Silia ini akan mengalami suatu kerusakan serta tidak lagi bekerja hingga saluran pernafasan anak pun akan cukup mudah tertimpa infeksi.

Rayakan Tahun Baru Bertema Black and White Party di Jakarta

Jakarta Hitam dan juga putih adalah warna klasik yang menjadi trend abadi. Warna monokrom menjadi opsi Grand Mercure Maha Cipta Jakarta Harmony untuk rangka merayakan pergantian malam di Tahun Baru 2017 dengan tema yaitu “Black and White Party”.

Beragam rangkaian hiburan menarik sudah dipersiapkan hotel yang berada dibawah naungan Accor Group itu. Seperti live band, Dancer, dan penampilan female DJ hingga pukul 02.00 WIB.

Black and White Party yang akan diadakan di Grand City Grand Ballroom di lantai 2 ini pun juga akan di meriahkan dengan pengumuman dari grand prize hadiah sepeda motor. “Saya hendak terus membagikan pelayanan dan juga inovasi pada pembeli. Khususnya para tamu untuk merayakan hari tahun baru bersama keluarga ataupun kolega,” jelas Indri Hapsari, Publick Relations Manager.

Hotel yang di kenal dengan ciri khas gedung berwarna biru dan juga kuning itu pun juga menawarkan paket mulai dari harga Rp 2.500.000 nett, termasuk buffet dari makan malam pada tanggal 31 Desember 2016. Fasilitas yang di tawarkan yakni menginap 1 malam di kamar premium, sarapan untuk 2 orang dan juga late checkout sampai pukul 14.00 WIB. Untuk paketan makan malam di mulai dari harga Rp 600.000 nett/ orang.

Jumlah Bunda yang Menjadi Pelaku Kekerasan Anak Meninggi

JAKARTA — Komisi Proteksi Anak Indonesia (KPAI) merilis laporan di akhir tahun terkait dengan kasus-kasus proteksi anak yang ditangani selama 2016. Dari perkara pengaduan yang masuk, KPAI mendapat fakta terjadinya peningkatan bunda menjadi pelaku kekerasan terhadap anak.

Sepanjang 2016, ada 702 perkara dalam sektor keluarga serta pengasuhan pengganti. Dari jumlah itu, sebesar 55 % perkara menunjukkan bunda menjadi pelaku yang di adukan. Kasusnya terkait dengan cara menghalangi akses bertemu, pengabaikan pada hak pengasuhan, penelantaran, sampai kekerasan serta eksploitasi.

“Ini menjadi kado yang kurang indah pada Hari Bunda yang diperingati tiap 22 Desember. Kami berharap ada peningkatan dari kesadaran akan tanggung jawab orangtua dalam pengasuhan anak,” jelas Kepala KPAI Asrorun Niam Sholeh ketika menyampaikan eksposi akhir tahun di dalam Kantor KPAI, Jakarta, Kamis (22/12).

Beberapa faktor yang mengakibatkan bunda menjadi pelaku kekerasan anak merupakan sebab konflik rumah tangga, perceraian serta rebutan hak asuh.Faktor-faktor ini lalu memicu bunda melaksanakan pelanggaran hak anak sampai melaksanakan tindak kekerasan terhadap si buah hati mereka, yang lalu berdampak buruk untuk tumbuh kembang anak.