Jumlah Bunda yang Menjadi Pelaku Kekerasan Anak Meninggi

“KPAI mendesak seluruh pihak benar-benar memahami arti terpenting proteksi anak, termasuk orangtua yang tak bisa mengabaikan hak-hak anak, walau mereka telah bercerai,” jelas dia.

Niam menjelaskan bahwa pola asuh yang buruk dalam keluarga, membuat anak mudah menjadi pelaku ataupun korban di lalu hari. Selain itu, ditambahkannya, lemahnya pengawasan orangtua terhadap anak dikarenakan keluarga yang berantakan (broken home). “Diperlukan keseriusan pemerintah untuk memperhatikan pengasuhan anak supaya tak lahir generasi yang lemah di lalu hari,” katanya.

KPAI merekemondasikan penguatan ketahanan keluarga, contohnya dengan keseriusan dalam revitalisi pendidikan dan pranikah. Selama ini, pranatanya telah ada yakni kursus calon pengantin ataupun suscatin, akan namun berdasarkan dia cukup tak berdaya. Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan, serta Kemendagri di nilai mesti serius memprioritaskan penguatan ketahanan keluarga melewati revitalisi pendidikan pranikah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *