Apoteker Harus Mampu Mengedukasi Pasien

SEMARANG — Selama ini, sebagian rakyat memahami tugas seorang pegawai apoteker hanya berkaitan dengan pelayanan penyediaan obat untuk pasien. Seperti melayani resep, mengambilkan, mengetiket, hingga meracik obat. Namun faktanya, tugas seorang apoteker tak hanya terbatas pada penyiapan obat hingga ke pasien.

Melainkan pun juga mesti dapat membagikan edukasi obat. “Seorang apoteker berkewajiban melaksanakan pelayanan obat (pio) untuk pasien” kata Retno Ari Asih, dari Instalasi Farmasi Rumah Sakit Indonesia Sultan Agung, kota Semarang, Jawa Tengah.

Hal itu dia sampaikan saat menerima kunjungan dari sekolah SMK Kesehatan Mahardhika kota Purworejo di ruang halamanl direksi. Adapun pio, seperti yang telah di sampaikan Ari, bertujuan untuk membagikan terkini perkara manfaat dan efek samping sebuah obat pada pasien lain.

Untuk teknis pelaksanaannya pio di dalam rumah sakit (RS), jelasnya, maka apoteker dapat bekerja sama dengan bagian hubungan masyarakat dalam pelaksanaan edukasi. Biasanya pada edukasi di lakukan di wilayah apotek dan juga ruang tunggu pasien.

Seorang petugas apoteker pun juga dapat menyiapkan brosur dan juga pamflet untuk di bagikan pada penunggu. “Jadi, pasien sambil menunggu pelayanan kesehatan, dapat mendengarkan edukasi dari petugas apoteker” kata dia, dalam siaran pers, Senin (19/12).

Dalam hal ini, Ari hendak menyematkan semenjak dini pada murid SMK Mahardhika Purworejo supaya tak terpaku pada pelayanan penyediaan obat saja pada pasien.

Di akhir kunjungan, siswa dan juga siswa SMK Mahardika Purworejo yang berkesempatan meninjau langsung fasilitas dari apotek di RS Indo Sultan Agung. Mereka melihat dengan dekat bagaimana peracikan dan juga etiket obat yang di lakukan oleh apoteker RSI Sultan Agung.